Wednesday, February 17, 2010

Untaian Kata yang Menurut Orang Itu Indah

Kadang aku mengernyit dalam tanya apa arti untaian kata yang menurut orang itu indah.
Berkali-kali ku baca pun masih tetap tak ku mengerti.
Tapi aku suka membacanya, aku suka yang membuatnya..kadang aku berpikir, orang bisa yang membuat puisi adalah orang yang hebat. Orang yang bisa mengurai sesuatu yang biasa menjadi indah, orang yang mampu mengolah kata-kata menjadi sedemikian eloknya..ada apa gerangan di otaknya, sehingga sel-sel saraf itu bisa terkoordinasi dengan baik..apakah akson nya terlalu panjang, apakah dendrit nya sangat pendek, atau kecepatan hantaran impuls melebihi rata-rata? Hingga akhirnya aku berkesimpulan bahwa seorang penulis puisi merupakan seorang yang patut diacungi jempol.
Ku akui aku tak pandai dalam menulis puisi. Tapi aku pernah mendapat penghargaan di bidang puisi (he..bangga nih ceritanya). Aku pernah mendapat juara membaca puisi. Aku masih kelas IV SD saat itu. Beberapa hari sebelumnya, aku berlatih, dan berlatih. Bersama guru yang paling hebat, mama ku pastinya. Mama adalah pengajar terbaik, aku diajari bagaimana pengucapan yang baik, intonasi yang tepat, ekspresi yang sesuai, dan gerakan-gerakan tubuh yang lain. Hari itu hari Sabtu, mama mengepang rapi rambutku dengan pita berwarna kuning, satu di kanan dan satu di kiri. Aku memakai seragam pramuka. Berbekal semangat tinggi, aku melangkah gagah menuju sekolahku yang jaraknya lebih kurang 1 km. Aku tak ingat apakah aku bersama kedua kakakku atau tidak saat itu.
Tiba di sekolah, aku bertemu dengan teman-teman lainnya. Ruang perlombaan telah disiapkan. Dua kelas dijadikan satu sehingga menjadi satu ruangan yang memanjang ke belakang. Aku duduk di bangku depan menunggu giliran dipanggil..dag, dig, dug.. Aku dipanggil di pertengahan.. “Atika Akbari”
Aku pun maju sambil berdo’a dalam hati dan mengatur napasku. Ku ambil microphone. Lalu melihat ke penonton, memandang mereka sekilas dari kanan ke kiri..selanjutnya aku mulai memainkan peran itu..
Pahlawan Tak Dikenal
Buah karya Toto Sudarto Bahtiar
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda

Masih teringat jelas bagaimana aku mengucap kata-kata itu, bagaimana aku menggerakan kedua tangan..ekspresi wajah itu… kenangan kecil yang membekas jelas di hatiku 

(11.27 pm, Plg, 170210)==sayangkutika

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home