Nanti
Nanti, nantikanlah
Pohon gundul berbaris
di atas tanah yang haus
Rumput kering kemuning terhampar luas
menyelimuti padang sunyi
Gemetar tampak hawa panas
Menghilangkan semua air di hutan
Menguning hutanku
Ah, pohon, rumput, akarmu jangan turut mengering
Janganlah mati kaku di tanah sedang koma
Nanti, nantikanlah
dengan sabar dan tabah
Hingga hujan turun membasahi bumi
-atika akbari- palembang, 23 April 2003.
Labels: tika's opus

1 Comments:
This is the poem that i made when i face final examination in junior high school, 9 year ago :)
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home