C,I,N,T,A
Kelas 2 SMA, aku membaca sebuah buku novel yang berjudul “Gege Mengejar Cinta”..di situ diceritakan tentang anak muda yang masih SMP bernama Gege jatuh cinta dengan teman sekolahnya. Cinta ini mungkin cinta monyet kali ya..hihi..tapi si Gege gak pernah menyatakan cintanya, ia memendamnya dan tetap setia mencintainya hingga usianya hampir 30 tahun, lama banget ya..? Dia tetap tidak bergeming, yang ada hanya cintanya kepada gadis itu, walaupun telah banyak gadis yang menyatakan cinta kepadanya, ia tetap kukuh setia kepada gadis itu..sayangnya novel ini tidak happy ending, di saat ada seorang wanita yang dengan tulus mencintai Gege, Gege tak menghiraukannya, Gege malah tetap mengejar gadis impiannya sejak dulu, tapi (mungkin ini yang namanya takdir kali ya..) Gege tetap tidak dapat mengungkapannya karena sang gadis keburu pergi keluar negeri. Ah, andai novel ini ada serial keduanya..pasti aku beli! karena penasaran siapa jodoh Gege yang sebenarnya..:p
Di awal novel itu, tertulis “pilih mana, mencintai atau dicintai”..
Dan aku, seorang remaja kelas 2 SMA, memilih untuk dicintai, alasanku karena dicintai itu lebih enak, karena ada kepastian, ada seseorang yang mencintai kita, yang rela berkorban untuk kita..ahahay itu pasti indah! Daripada mencintai tapi kita tidak tau apakah dia mencintai kita atau tidak..yah, “dicintai” itu pilihanku, ditambah ada quote di buku itu bahwa laki-laki pada dasarnya mengejar, dan wanita pada dasarnya menunggu..itu bisa dianalogikan bahwa wanita cenderung ingin lebih dicintai, begitu hematku. ternyata yang sependapat dengan ku banyak! Teman-temanku berpikiran sama denganku..hehe.
Sekarang, aku, wanita 22 tahun yang sedang menyelesaikan tingkat akhir pendidikan sarjananya (do’ain ya..) , mengubah paradigmaku tentang mencintai atau dicintai. Aku memilih untuk MENCINTAI. Karena mencintai itu anugerah ALLAH swt yang indah. Perasaan yang hadir ketika kita rela berkorban untuk yang kita cintai, perasaan bahagia ketika berdekatan dengannya, perasaan rindu ketika jauh dengannya, dan perasaan tenang ketika mengingatnya,itu adalah dahsyatnya cinta.
Sedangkan dicintai lebih kepada sikap tidak ikhlas, menuntut sesuatu dari orang lain, uh egois banget ya aku waktu itu
Kembali pada mencintai.
Mencintai ALLAH adalah mutlak, dialah kekasih kita yang sejati..
Sedangkan untuk masalah cinta kepada lawan jenis..aku lebih memilih sesuai lagunya KOTAK, pantasnya aku mencintai yang juga cintai diriku.. nah lo tik? tadi bilang pilih mencintai..hehe..yah kalo bisa aku bisa seperti itu 
Labels: about love

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home